Perbandingan Uji Daya Hambat Ekstrak Biji Kopi Robusta (Coffea canephora) dan Ekstrak Buah Lada Hitam (Piper nigrum) terhadap Jamur Malassezia furfur in vitro

Authors

  • Mirza Sultan Baradatu Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Lampung, Bandar Lampung
  • Tri Umiana Soleha Departemen Mikrobiologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Lampung, Lampung
  • Septia Eva Lusina Bagian Ilmu Forensik, Fakultas Kedokteran, Universitas Lampung, Lampung
  • Ety Apriliana Departemen Mikrobiologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Lampung, Lampung

DOI:

https://doi.org/10.53366/jimki.v12i3.1089

Keywords:

Coffea canephora, Ekstrak etanol, Malassezia furfur, Piper nigrum, Zona Hambat.

Abstract

Pendahuluan: Infeksi Malassezia furfur yang umum di Indonesia memerlukan alternatif pengobatan alami karena efek samping dan kasus resistensi pengobatan antijamur. Penelitian ini bertujuan membandingkan potensi antijamur ekstrak etanol 96% biji kopi robusta (Coffea canephora) dan lada hitam (Piper nigrum) yang merupakan komoditas lokal Provinsi Lampung dalam menghambat pertumbuhan Malassezia furfur secara in vitro.

Metode: Studi eksperimental Post-test Only Control Group Design ini menguji ekstrak hasil maserasi etanol 96% menggunakan metode difusi sumuran pada media SDA. Perlakuan meliputi lima konsentrasi (100%, 50%, 25%, 12,5%, 6,25%), kontrol positif (Terbinafine), dan kontrol negatif (Akuades). Diameter zona hambat yang terbentuk diukur dan dianalisis secara statistik.

Hasil: Ekstrak kopi robusta konsentrasi 100%; 50%; 25%; 12,5%; 6,25% menghasilkan zona hambat berturut-turut 13,39 mm; 11,25 mm; 5,72 mm; 1,99 mm dan 0 mm. Sedangkan ekstrak lada hitam menghasilkan 7,75 mm; 6,94 mm; 1,60 mm; dan 0 mm pada konsentrasi 12,5% dan 6,25%. Kontrol positif (Terbinafine) sebesar 23,32 mm dan kontrol negatif 0 mm.

Pembahasan: Ekstrak kopi robusta lebih unggul karena kandungan asam klorogenat dan kafeinnya mampu melisiskan sel jamur Malassezia furfur dan berdifusi baik. Berbeda dengan lada hitam, senyawa piperin yang bersifat lipofilik memiliki keterbatasan difusi pada media uji, sehingga zona hambatnya terbatas.

Simpulan: Ekstrak etanol 96% biji kopi robusta memiliki daya hambat yang lebih besar dan signifikan dibandingkan ekstrak buah lada hitam dalam menghambat pertumbuhan jamur Malassezia furfur.

References

1. Helga P, Sinaga GK, Dewi SPA. Pityriasis versicolor atipikal: sebuah laporan kasus. Collaborative Medical Journal. 2021;4(3):20–24.

2. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2018. Jakarta: Kemenkes RI; 2018.

3. Aritonang BNRS, Hutasoit H, Yuliandari A, et al. Identifikasi Malassezia furfur pada kerokan kulit petani sawit. Prosiding AIPTLMI. 2022;1:1–10.

4. Puasa R, Anwar AY, Abubakar N. Prevalensi Malassezia furfur pada panu anak sekolah dasar. Jurnal Kesehatan. 2024;17(2):138–141.

5. Marlita S, Taufiq N. Identifikasi Malassezia furfur pada penderita pityriasis versicolor. Tropis: Jurnal Riset Teknologi Laboratorium Medis. 2024;1(1).

6. Katzung BG, Masters SB, Trevor AJ. Basic and Clinical Pharmacology. 12th ed. New York: McGraw-Hill; 2012.

7. Leong C, Chan JW, Lee SM, et al. Azole resistance mechanisms in pathogenic Malassezia furfur. Antimicrob Agents Chemother. 2021.

8. Muslimin D, Rizke CV, Yogiswara WD, et al. In vitro antifungal susceptibility of Malassezia spp. J Pak Assoc Dermatol. 2018;28(4):502–506.

9. Khozeimeh F, Ghadiri N, Zolfaghari B, Tahani B. Comparison of herbal products with antifungal drugs in oral candidiasis. Dent Res J. 2025.

10. Rasyadi Y. Aktivitas penghambatan pertumbuhan Malassezia furfur dari sediaan sampo ekstrak daun kopi. Menara Ilmu. 2024;18(2):87–91.

11. Adriana S, Watri D, Pinem PM. Comparison of robusta and arabica coffee bean extract against Candida albicans. Buletin Kedokteran dan Kesehatan Prima. 2025;4(1):69–76.

12. Fajri AN. Antifungal activity test of robusta coffee ethanol extract against Malassezia furfur. Journal Microbiology Science. 2025;5(2):104–110.

13. Tilu MA. Antifungal activity of ethanol extract against Malassezia furfur. Jurnal Pharmacon. 2023;1(1):23–30.

14. Hikmawanti NPE, Hanani E, Maharani S, Putri AIW. Kadar piperin lada hitam dari daerah berbeda. Jurnal Jamu Indonesia. 2021;6(1):16–22.

15. Widiyani DP, Hartono JSS. Studi agroklimat kopi robusta Kabupaten Tanggamus. Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis. 2021;5(1):20–29.

16. Putri M, Prasmatiwi FE, Situmorang S. Analisis pendapatan petani lada Lampung. Jurnal Ilmu-Ilmu Agribisnis. 2022;10(2):225–232.

17. Sanjaya W, Rialita A, Mahyarudin M. Uji aktivitas antifungi ekstrak etanol daun cengkodok terhadap Malassezia furfur. Jurnal Fitofarmaka Indonesia. 2021;8(1):45–52.

18. Lestari SM, Camelia L, Rizki WT, et al. Phytochemical analysis and antifungal activity against Malassezia furfur. Jurnal Jamu Indonesia. 2024;9(2):55–66.

19. Haniko NA, Kuncoro H, Almeida M. Aktivitas antijamur ekstrak etanol herbal terhadap Malassezia. Jurnal Sains dan Kesehatan. 2025;7(1):41–47.

Published

2026-01-14

How to Cite

Perbandingan Uji Daya Hambat Ekstrak Biji Kopi Robusta (Coffea canephora) dan Ekstrak Buah Lada Hitam (Piper nigrum) terhadap Jamur Malassezia furfur in vitro. (2026). JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia, 12(3), 1418-1430. https://doi.org/10.53366/jimki.v12i3.1089