Hubungan Antara Status Gizi Dengan Kejadian Bronokopneumonia Pada Anak di RSPAD Gatot Soebroto Tahun 2024
DOI:
https://doi.org/10.53366/jimki.v12i3.1106Keywords:
Bronkopneumonia, Status gizi, Anak, AntropometriAbstract
Pendahuluan: Bronkopneumonia tetap menjadi salah satu penyebab utama morbiditas pada anak di seluruh dunia. Status gizi merupakan faktor fundamental yang menentukan kekuatan sistem imun dalam melawan infeksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara status gizi dengan kejadian bronkopneumonia pada pasien anak di RSPAD Gatot Soebroto tahun 2024.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah anak yang menjalani rawat inap di RSPAD Gatot Soebroto selama periode tahun 2024. Data status gizi dikumpulkan melalui pengukuran antropometri langsung, sementara data diagnosis bronkopneumonia diperoleh melalui tinjauan rekam medis. Analisis data dilakukan secara bivariat menggunakan uji Chi-Square.
Hasil: Temuan penelitian menunjukkan bahwa prevalensi bronkopneumonia secara signifikan lebih tinggi pada anak dengan kategori status gizi kurang dan gizi buruk dibandingkan dengan anak yang memiliki gizi baik. Hasil uji statistik memperoleh nilai p < 0,05, yang menunjukkan adanya hubungan yang signifikan secara statistik antara status gizi dengan kejadian bronkopneumonia.
Pembahasan: Ketidakcukupan nutrisi menyebabkan penurunan respon imun seluler maupun humoral, sehingga mempermudah patogen menginfeksi saluran pernapasan bawah. Anak dengan status gizi rendah tidak hanya memiliki risiko infeksi yang lebih tinggi, tetapi juga cenderung mengalami durasi sakit yang lebih lama dan proses penyembuhan yang lebih lambat dibandingkan anak dengan nutrisi optimal.
Simpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara status gizi dengan kejadian bronkopneumonia pada anak di RSPAD Gatot Soebroto tahun 2024. Perbaikan status gizi pada anak sangat krusial sebagai langkah preventif dalam menekan angka kejadian infeksi saluran pernapasan akut.
References
World Health Organization. Pneumonia in children. Geneva: WHO; 2022.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2023. Jakarta: Kemenkes RI; 2023.
Marcdante K, Kliegman RM, Schuh S. Nelson Essentials of Pediatrics. 9th ed. Philadelphia: Elsevier; 2023.
Gwela A, Mupere E, Berkley JA, Lancioni C. Nutrition, immune function, and infectious disease in children. Pediatr Clin North Am. 2019;66(5):1023–1038.
Salsabila N. Hubungan status gizi dengan kejadian bronkopneumonia pada anak. Jurnal Kesehatan Anak. 2019;13(2):85–92.
Valentine H. Hubungan status gizi dengan kejadian pneumonia pada anak. Jurnal Ilmu Kesehatan Anak. 2022;7(1):45–52.
Syam RL. Hubungan status gizi dengan kejadian pneumonia pada anak di RSUD Syekh Yusuf Kabupaten Gowa. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2024;18(1):33–40.
Handayani E, Muhtar M, Chaeruddin C. Faktor risiko kejadian bronkopneumonia pada anak di RSUD Labuang Baji. Jurnal Medika Nusantara. 2021;6(2):101–108.
Farhadi S, Ovchinnikov RS. Nutrition and immune response in pediatric respiratory infections. Pediatr Res. 2018;83(3):580–587.
Hasdianah, Siyoto S, Peristyowati Y. Gizi anak dan hubungannya dengan penyakit infeksi. Yogyakarta: Nuha Medika; 2014.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman pencegahan dan pengendalian pneumonia pada balita. Jakarta: Kemenkes RI; 2020.
UNICEF. Pneumonia in children: epidemiology and prevention strategies. New York: UNICEF; 2021.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Azzahra Febriyani Harjono, Sri Wahyu Herlinawati, Aryenti, Andri Gunawan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.



