jimki

Faktor Determinan Pengembangan Wisata Medis di Bali Gerbasis Komparasi dengan Penang: Tinjauan Sistematis Tahun 2021-2025

Authors

  • Ni Putu Kaori Prajaniti

    Departemen Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Pendidikan Ganesha, Singaraja
  • Ni Putu Nirmala Evelyn

    Departemen Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Pendidikan Ganesha, Singaraja
  • Kadek Wanda Pratiwi Adibrata

    Departemen Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Pendidikan Ganesha, Singaraja
  • Putu Rania Apta Savitri

    Departemen Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Pendidikan Ganesha, Singaraja
  • Ni Nyoman Mestri Agustini

    Departemen Neurologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Pendidikan Ganesha, Singaraja

DOI:

https://doi.org/10.53366/jimki.v12i2.859

Keywords:

Wisata Kesehatan, Pengembangan, Bali, Penang

Abstract

Pendahuluan: Pengembangan wisata medis merupakan salah satu strategi yang menjanjikan dalam mendorong transformasi sektor kesehatan dan pariwisata di kawasan Asia Tenggara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor determinan dalam pengembangan wisata medis di Bali melalui pendekatan komparatif dengan Penang, Malaysia yang sudah berhasil membangun ekosistem wisata medis terintegrasi.

Metode: Studi ini menggunakan metode tinjauan literatur sistematis dengan pendekatan SPICE, melibatkan 12 artikel utama yang dipublikasikan antara tahun 2021-2025. Penelusuran dilakukan pada basis data PubMed Central, ScienceDirect, dan Google Scholar, dengan kriteria inklusi lokasi studi di Bali dan Penang serta topik relevan dengan wisata medis.

Pembahasan: Hasil telaah menunjukkan bahwa Penang unggul dalam efektivitas kebijakan, kesiapan infrastruktur, kualitas layanan medis, dan strategi daya saing global. Sebaliknya, Bali memiliki potensi besar tetapi belum memiliki integrasi kebijakan, sistem infrastruktur yang merata, serta promosi dan standardisasi layanan yang konsisten. Elemen lokal seperti wellness dan spiritual health menjadi kekuatan Bali yang dapat dikembangkan secara strategis.

Simpulan: Empat faktor utama yang perlu diperkuat di Bali adalah: kebijakan nasional terpadu, infrastruktur terintegrasi, kualitas layanan berbasis budaya yang tersertifikasi global, serta branding destinasi yang kuat dan berkelanjutan.

 

Kata Kunci: Wisata Kesehatan, Pengembangan, Bali, Penang

References

1. Wijaya MI, Widiastuti MK, Hendrayana MA. Tantangan Pencegahan Rabies Melalui Vaksinasi Hewan Penular Rabies (HPR) di Daerah Pariwisata Sanur, Bali. J Ilmu Kesehatan Masyarakat. 2023;12(2):103–16.

2. Arsani NLKA, Agustini NNM, Widiastini NMA, Nirmala BPW. The Role of Health Information Systems to Support Tourism in Badung Regency, Bali. In: 6th International Conference on Tourism, Economics, Accounting, Management, and Social Science (TEAMS 2021); 2021. p. 543–51.

3. Sunarsa IW, Andiani ND. Tourism Perception of General Toilet Hygiene in Objects and Tourist Attractions in Bali. Int J Soc Sci Bus. 2019;3(1):28–35.

4. Widiastuti Giri MK. Self-Spiritual Healing Therapy on Anxiety Conditions in Diabetes Type II in the Lovina Tourism Area. Jurnal Sains dan Teknologi. 2023;12(1):11–6.

5. Gautama MSN. Peran Terapi Yoga dan Healing Spirit dalam Mengurangi Kecemasan pada Pasien Penyakit Kronis di Bali Utara. (Unpublished manuscript, cited with permission). 2023.

6. Marsakawati NPE, Sari RA, Sudana PAP, Adnyani KEK. Pelatihan Penulisan Konten Digital Marketing untuk Promosi Destinasi Wisata: Persepsi dari Peserta Pelatihan. Proceeding Senadimas Undiksha. 2022:903–8.

7. Setiawan KH, Purnomo KI, Wibowo IPA, Wirahjasa IGN, Udrayana O. Pendampingan Siaga Darurat Kesehatan bagi Kelompok Sadar Wisata Desa Umeanyar Kabupaten Buleleng. Proceeding Senadimas Undiksha. 2021:227–30.

8. Purnamayanti NKD, Gautama MSN. Telenursing Homecare: A Hidden Resource in Indonesia’s Remote Healthcare Landscape: A Qualitative Study. Int J Caring Sci. 2024;17(3):1415–24.

9. Page MJ, Moher D, Bossuyt PM, Boutron I, Hoffmann TC, Mulrow CD, et al. PRISMA 2020 explanation and elaboration: updated guidance and examples for reporting systematic reviews. BMJ 2021;n160.

10. Moola S, Munn Z, Tufanaru C, Aromataris E, Sears K, Sfetcu R, et al. Systematic reviews of etiology and risk. Joanna Briggs Institute reviewer’s manual. 2017;5:217–69.

11. Yusof TA, Rosnan H. Facilitating Malaysia’s Medical Tourism Industry through MSIM Model. Int J Soc Sci Humanit. 2020;10(3):83–9.

12. Narayanan S, Lai YW. Policy Directions and Growth of Malaysia’s Medical Tourism Industry. Malaysian Journal of Economic Studies. 2021;58(1):1–17.

13. Seow AN. Frameworks for Medical Tourism Development in Malaysia. J Hosp Tour Manag. 2023;45(2):55–67.

14. Wisnumurti A, Subawa IN. Strategi Penguatan Wisata Medis Berbasis Blue Ocean di Bali. J Pariwisata dan Kesehatan. 2024;5(1):21–34.

15. Sanjaya IMA, et al. Prioritas Kebijakan Pengembangan Wisata Medis di Denpasar dengan AHP. J Manaj Strateg Kesehatan. 2024;6(2):45–53.

16. Supriadi B, et al. Kesiapan Indonesia dalam Mengembangkan Wisata Medis: Studi Kualitatif. J Kesehatan Masyarakat. 2024;12(3):87–97.

17. Mayuni N, Martini RS. Analisis Kesiapan RS Swasta dalam Pariwisata Medis di Bali. J Kebijakan Kesehatan. 2024;8(1):15–26.

18. Damayanti M, et al. Strategi Komunikasi Wisata Medis Malaysia. J Komunikasi Global. 2021;9(2):55–70.

19. Letchmanan R, Nordin R. Governing Medical Tourism in Malaysia: Between Policy and Practice. Int J Bus Soc. 2021;22(1):143–58.

20. Wiarti NP, Suryawati RS, Adnyani NK. Kesiapan Bali dalam Membangun Pariwisata Medis: Studi Naratif. J Kesehatan Pariwisata. 2022;4(2):78–86.

21. Risnawaty R, Nadjib M. Peran Strategi Branding dalam Pariwisata Medis di Bali. J Inovasi Kesehatan. 2023;7(1):66–78.

22. Utama IGS, Krismawintari NMS. Revitalisasi Pariwisata Bali melalui Wisata Kesehatan dan Kebugaran. J Media Wisata. 2025;23(1):12–24.

23. Hashim F, Hashim NH, Said MS. Creating satisfaction and driving loyalty in medical tourism in Malaysia. J Hosp Tour Manag. 2014;21:1–9.

24. Pocock NS, Phua KH. Medical tourism and policy implications for health systems: a conceptual framework from a comparative study of Thailand, Singapore and Malaysia. Global Health. 2011;7:12.

25. Ghazali M, Mutalib LAA, Ahmad S, Shukor SAN. Malaysia as Medical Tourism Destination: The Influence of Medical Facilities and Services on Satisfaction. Int J Bus Soc Sci. 2015;6(7):203–11.

26. Henderson JC. Healthcare tourism in Southeast Asia. Tour Rev Int. 2004;7(3–4):111–21.

27. Heung VCS, Kucukusta D, Song H. Medical tourism development in Hong Kong: An assessment of the barriers. Tour Manag. 2011;32(5):995–1005.

28. Zailani S, Mohezar S, Iranmanesh M, Rasli A. Predicting travelers’ satisfaction and behavioral intentions toward medical tourism. J Hosp Tour Manag. 2016;26:72–81.

29. Ramamonjiarivelo Z, Martin L, Martin W. The effects of medical tourism on health system regulation in destination countries: a comparison of the USA, India, and Thailand. Global Health Res Policy. 2015;1(1):33.

30. Lunt N, Smith R, Exworthy M, Green ST, Horsfall D, Mannion R. Medical tourism: treatments, markets and health system implications: a scoping review. OECD; 2011.

31. Bookman MZ, Bookman KR. Medical tourism in developing countries. New York: Palgrave Macmillan; 2007.

32. Chuang TC, Liu J, Lu LS, Lee YC. The main factors influencing the medical tourism behavioral intentions. Int J Environ Res Public Health. 2014;11(6):5431–45.

33. Lee CH, Fernando Y, Saad M. Medical tourism: the effects of destination attributes on customer experience and destination image. Asia Pac J Tour Res. 2020;25(3):231–47.

34. Smith RD, Chanda R, Tangcharoensathien V. Trade in health-related services. Lancet. 2009;373(9663):593–601.

35. Han H, Hwang J. Medical tourists’ assessment of destination performance, satisfaction, and the moderating effect of prior experience. J Hosp Mark Manag. 2013;22(2):167–91.

36. Glinos IA, Baeten R, Helble M, Maarse H. A typology of cross-border patient mobility. Health Place. 2010;16(6):1145–55.

37. Kangas B. Traveling for medical care in a global world. Med Anthropol. 2010;29(4):344–62.

38. Turner L. First world health care at third world prices: globalization, bioethics and medical tourism. BioSocieties. 2007;2(3):303–25.

39. Johnston R, Crooks VA, Snyder J, Kingsbury P. What is known about the effects of medical tourism in destination and departure countries? A scoping review. Int J Equity Health. 2010;9:24.

40. Manaf NH, Hussin H, Kassim PI. Medical tourism service quality: finally some empirical findings. Total Qual Manag Bus Excell. 2015;26(9–10):1002–11.

41. Reddy SG, York V, Brannon LA. Travel for treatment: elements of medical tourism marketing. Int J Health Serv. 2010;40(3):469–84.

42. Connell J. Contemporary medical tourism: Conceptualisation, culture and commodification. Tour Manag. 2013;34:1–13.

Published

2025-12-23

How to Cite

Faktor Determinan Pengembangan Wisata Medis di Bali Gerbasis Komparasi dengan Penang: Tinjauan Sistematis Tahun 2021-2025. (2025). JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia, 12(2), 235-249. https://doi.org/10.53366/jimki.v12i2.859