jimki

Pemberian Vitamin C Dikontraindikasikan Pada Pengobatan Tuberkulosis dengan Isoniazid

Authors
  • Simanjuntak Janson

    Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado

  • Wayan Erawan

    Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado

  • M Akbar Khan

    Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado

Keywords:
Array, Array, Array
Abstract

Penelitian mencari pengobatan tuberkulosis yang lebih baik mengarahkan beberapa peneliti mencari manfaat vitamin C pada kasus tuberkulosis. Penelitian difokuskan pada terjadinya stres oksidatif pada kasus tuberkulosis yang menurunkan antioksidan tubuh penderita dan meningkatkan kejadian hepatotoksisitas. Namun, apakah penderita tuberkulosis membutuhkan vitamin C pada proses pengobatan dengan obat antituberkulosis, termasuk isoniazid? Melalui tinjauan pustaka yang kami lakukan, kami mendapatkan bahwa, pertama, pemberian vitamin C pada pengobatan tuberkulosis dengan isoniazid dapat menghambat aktivasi dan aktivitas isoniazid, sehingga efektivitas pengobatan tuberkulosis dengan isoniazid menurun. Kedua, penderita tuberkulosis tidak membutuhkan vitamin C untuk menurunkan stres oksidatif, karena dengan obat antituberkulosis saja sudah mampu menurunkan stres oksidatif pada penderita tuberkulosis

References
Cover Image
JIMKI Volume 1.1
Published
2020-02-02
Section
Article Review

How to Cite

Pemberian Vitamin C Dikontraindikasikan Pada Pengobatan Tuberkulosis dengan Isoniazid. (2020). JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia, 1(1), 10-15. https://jimki.bapin.or.id/main/article/view/3